angsanaangsanameredup
mati.
hidup adalah waktu-waktu
yang mengarus.
letih,
kucoba menyapa.
memanggili rintik-rantik
yang menggigili kalbu.
keruh.
ada tanah yang kupijak.
menghukumku.
menawariku tawa
dan kehidupan baru.
aku meredup.
tapi
aku belum bisa menyerah.
pun ketika desember berakhir.







