disepanjanghilir:tentangengkau disepanjanghilirini:tentangengkau

langit di sini telah berbeda,

berubah semenjak kau tinggalkan

namun aromanya,

masih menyisakan gundah nafasmu.

cimanuk makin hening saja terpenjara waktu,

tak berkutik,

sementara mereka menghiasnya bagai pengantin,

apakah ini jua akan dapat kau lihat?

pelataran masjid agungpun membisu,

menunggu engkau, mungkin,

berharap dapat meneguk ceritamu,

sama sepertiku.

bocah-becah berbalut putih-biru hinggap

di sudut-sudut jalan kita,

dan dewi fatamorgana membisikiku:

kau ada di sana, terselip di antara penerus Wiralodra.

dan sepeda ini,

kini tak dapat kuciumi langkahnya,

ianya lelah menanti kabar,

engkau di mana?

[29 Januari 2008]

Untuk teman kisahku tentang dunia,

’saat hilir ini kujelajahi lagi,

aku hanya menemukan keping bayangmu, De!’



Leave a Reply