Pulang

kutanggalkan angkuhku
seraya berbalik ke masa yang lalu
betapa benar durhakaku bertalu
menyayat hati yang beranjak jadi kepingan
mengoyak utuh senyuman
menerbangkan serbuk-serbuk kenangan.

maka di persimpangan ini
kusadari benar pengelanaan harus sejenak terhenti
menitipkan harap yang belum akan mati.

maka izinkan aku memelukmu,
belum penuh memang kugenapi baktiku
tak ‘kan utuh benar kubayar hutang budiku.

aku pulang…
menguntai lagi manik-manik senyum yang dulu usang
melihat kembali rekaman memori yang mungkin kita kenang.

maka aku datang,
maka Bunda terima aku sekarang
pada ujung-ujung senja yang mulai membayang…

aku akan pulang
dan kupeluk engkau bersama rindu yang sempat hilang
Bunda, engkaulah pintu hati yang kusayang!

4maret2008
neglahilir
953petang

ya, ntan pulang…
sekedar untuk membingkai kembali senyumanmu, ma!



Leave a Reply