mozaik

langit biaskan lagi cahaya-cahaya masa,
merakiti kolase yang nyaris t’lah hambar,
saat siluetmu muncul,
menyapa dalam kebisuan hati.

terbata aku mengeja engkau kini,
di sela bingar dan hiruk pikuk waktu
tak kau kenali aku dalam temaram,
aku :
berharap mozaik ini utuh memuatmu!

kau,
bereplikasi dalam sempurna kuasaNya!

27Maret2008
Sabuga,930pm
saat aku menemukan ‘penjelmaannya’
yang lama hampir terlupa,
terbuang bersama masa yang angkuh.
adikku yang kesekian.



Leave a Reply