Archive for December, 2008

ibu

Sunday, December 21st, 2008

mentari belum jua nampak dari jendela kamarku, tapi engkau telah ada di sana… di suatu sudut kamarku, syahdu menyenandungkan ayat-ayatNya, khusyu bermunajat padaNya.
kudengar bisikanmu yang lirih, engkau membisikkan namaku… engkau membisikkan namaku pada Allah yang kau cinta. sejauh itukah cintamu padaku, bu?
Ibu, engkaulah orang pertama yang ingin kuhapus tangisnya, orang pertama yang ingin kubuat senyum [...]

ayah

Sunday, December 21st, 2008

Ayah adalah orang yang ingin kunaungi kelelahannya dari keriuhan masa…
Ayah adalah bintang-bintang rindu yang bertaburan di langit sepanjang sore hidupku.
Ayah adalah anak tangga pertama saat mulai kutengok dunia.
Ayah adalah… selaksa kasih yang tak sempat kusampaikan pada masa, adalah senyum yang belum kutitipkan pada angin, adalah seulas semangat yang tak sempat terangkum dalam sinar mentari pagi [...]

sekepinghati

Sunday, December 21st, 2008

Seperti bintang tua yang menanti ladakan yang menghancurkan,
Seperti mentari yang hendak pulang,
Seperti burung layang-layang yang menanti musim…
Seperti itulah adanya.
Allah,
Bantu aku menghilang, agar mendung ini tak penuh menaungi langit hatiku.
gegerkalong, selepas kemarin.
ketika berlari, aku tak mampu… ketika berjalan, aku terjatuh… ketika semi mendadak gugur… ketika langit berbisik “saatnya adalah kini, tiada lagi nanti.”

pilihan

Saturday, December 20th, 2008

Di penghujung usia yang nyaris melemahkan ini, ternyata Ntan belum dapat berdiri atas hati Ntan. Lho, apa maksudnya Ntan? Yeah, hari ini, dengan alasan yang kurang syar’i… Ntan melepaskan da’wah untuk beberapa jam yang tersia. Menyenangkan memang berkumpul bersama teman-teman, sahabat-sahabat baik… tapi apa jadinya kalau kita turut melebur? Seharusnya Ntan bisa berteguh hati. Jadi [...]

Djogdja…

Saturday, December 20th, 2008

“Aku pulang malam ini” ujar seseorang yang melintas di depan DT itu. Entah bicara pada siapa, mungkin pada dua orang akhwat yang duduk di samping Ntan, karena salah seorang di antara mereka menimpali : “Pulang kemana?”
Jawabnya, “Jogja…”
Kenapa Ntan jadi tertarik membahas ini? Entahlah. Kata Jogja itu tiba-tiba menohok, seolah menjadi kata perpisahan juga bagi Ntan. [...]

GoesTo…20

Tuesday, December 16th, 2008

cepat sekali waktu memakan sebagian masa yang mungkin kumiliki.
apa yang dapat kuharap?
hikmah apa yang dapat kupetik dari tangkai-tangkai perjalanan ini?

CatatanPerjalanan3

Tuesday, December 16th, 2008

Sampai di Bandung, 9 Desember 2008. Ternyata ga ada kuliah. Ntan pening, pengen ngilangin penat. Pengen jalan2, tapi ga ada yang bisa diajakin capek… soalnya Ntan pengen jalan kaya gayanya backpacker… jadilah Ntan berangkat sendiri nae bis kota. Belum punya tujuan. Akhirnya Ntan putusin untuk wisata religi aja, turunlah Ntan di Pasar Baru, jalan bentar [...]

CatatanPerjalanan2

Tuesday, December 16th, 2008

Setelah melepas kepenatan dan merenungi hikmah dibalik kisah Ibrahim dan Ismail, Ntan balik ke Bandung. Pagi sekali, setengah lima. Lagi-lagi naik damri. Ada yang terbahas dalam perjalanan kali ini : mengapa vegetasi di Sumedang berbeda dengan di Lembang atau Subang, padahal ketiganya adalah sama-sama dataran tinggi??? Adakah di antaramu, kawan, yang dapat menjawabnya?
Ntan sampai pada [...]

Catatan Perjalanan1

Tuesday, December 16th, 2008

Seperti tahun lalu, tahun inipun lebaran Idul Adha, Ntan didaulat untuk pulang. Jadilah hari itu, Sabtu, 6 Desember 2008 Ntan pulang dengan bawaan yang agak aneh : bunga. Kali ini memutuskan untuk naik bis dengan rute yang berbeda, naik damri dari terminal Caheum untuk selanjutnya lewat Sumedang.
Sampai di terminal Caheum, subhanallah udah banyak orang yang [...]

MozaikItuTerhimpun

Monday, December 1st, 2008

Allah, rencanaMu sungguh Sempurna!
Kemarin, Ntan memberanikan diri untuk bilang, kalau beliau adalah salah satu mozaik yang Allah sebarkan atas diri Ntan,, dan subhanallah respon yang beliau berikan sungguh di luar dugaan Ntan. Beliau… ah, rasanya belum pernah ada orang yang perhatiannya sedemikian besar terhadap orang yang baru dikenalnya dan beliau menawarkan sesuatu yang mulia, sesuatu [...]