Archive for December 21st, 2008

ibu

Sunday, December 21st, 2008

mentari belum jua nampak dari jendela kamarku, tapi engkau telah ada di sana… di suatu sudut kamarku, syahdu menyenandungkan ayat-ayatNya, khusyu bermunajat padaNya.
kudengar bisikanmu yang lirih, engkau membisikkan namaku… engkau membisikkan namaku pada Allah yang kau cinta. sejauh itukah cintamu padaku, bu?
Ibu, engkaulah orang pertama yang ingin kuhapus tangisnya, orang pertama yang ingin kubuat senyum [...]

ayah

Sunday, December 21st, 2008

Ayah adalah orang yang ingin kunaungi kelelahannya dari keriuhan masa…
Ayah adalah bintang-bintang rindu yang bertaburan di langit sepanjang sore hidupku.
Ayah adalah anak tangga pertama saat mulai kutengok dunia.
Ayah adalah… selaksa kasih yang tak sempat kusampaikan pada masa, adalah senyum yang belum kutitipkan pada angin, adalah seulas semangat yang tak sempat terangkum dalam sinar mentari pagi [...]

sekepinghati

Sunday, December 21st, 2008

Seperti bintang tua yang menanti ladakan yang menghancurkan,
Seperti mentari yang hendak pulang,
Seperti burung layang-layang yang menanti musim…
Seperti itulah adanya.
Allah,
Bantu aku menghilang, agar mendung ini tak penuh menaungi langit hatiku.
gegerkalong, selepas kemarin.
ketika berlari, aku tak mampu… ketika berjalan, aku terjatuh… ketika semi mendadak gugur… ketika langit berbisik “saatnya adalah kini, tiada lagi nanti.”