Catatan Perjalanan1
Seperti tahun lalu, tahun inipun lebaran Idul Adha, Ntan didaulat untuk pulang. Jadilah hari itu, Sabtu, 6 Desember 2008 Ntan pulang dengan bawaan yang agak aneh : bunga. Kali ini memutuskan untuk naik bis dengan rute yang berbeda, naik damri dari terminal Caheum untuk selanjutnya lewat Sumedang.
Sampai di terminal Caheum, subhanallah udah banyak orang yang nunggu bis ke Indramayu. Beberapa Ntan kenal. Sempet khawatir ga dapet tempat duduk. Bis yang ditunggu belui dateng juga, padahal harusnya jam 13.30 kita dah berangkat. Jadilah kita naik bis Caheum-Leuwipanjang yang dialihfungsikan sebagai bis Bandung-Indramayu. Ternyata bis itupun ga bisa memuat semua yang ngantre mau naik. Dan tahukah engkau kawan… ternyata sang supir sama sekali belum pernah ke Indrdamayu! kernetnyapun subhanallah, baru sekali ke Indramayu dan lupa rutenya! Oh God, what a weird journey! Cibiru macet, bis yang Ntan naiki langsung putar arah ke Soekarno-Hatta, masuk ke tol Cileunyi. Kita berkutat di Bandung selama +/- 2 jam.
Di Jatinangor, sama. Macet. Jadilah kita menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Tapi itu semua tergantikan oleh riang sang supir, kernet, dan penumpang yang lain. Rasanya baru kali ini perjalanan pulang Ntan sedemikian meriah dan mengasyikan. Kita sempet hampir ‘nyasar’ dua kali, tapi semua itu menyenangkan. Penumpang ga ada yang berkeluh walaupun perjalanan jadi sangat lama. Kita bisa tertawa, becanda, dan berbagi makanan. Maka apa yang perlu dikeluhkan kalau semua rintangan ini justru menyatukan hati-hati kita???







