Djogdja…

“Aku pulang malam ini” ujar seseorang yang melintas di depan DT itu. Entah bicara pada siapa, mungkin pada dua orang akhwat yang duduk di samping Ntan, karena salah seorang di antara mereka menimpali : “Pulang kemana?”

Jawabnya, “Jogja…”

Kenapa Ntan jadi tertarik membahas ini? Entahlah. Kata Jogja itu tiba-tiba menohok, seolah menjadi kata perpisahan juga bagi Ntan. Ya, kata yang begitu sipel itu, tanpa tedeng aling-aling, begitu tiba-tiba, tanpa ada yang memulai kata, ia tiba-tiba mengarus saja. Aku pulang malam ini, tidak ada kata lain sesudahnya, cuma Jogja, dan Ntan rasa… kata perpisahan seharusnya bisa lebih dari itu, tapi nyatanya tidak kawan.

Dua kalimat sederhana itu rupanya cukup memberi arti tersendiri, pun bagi Ntan yang ‘hanya’ ikut mencuri dengar. Sudah menangkap makna dari tulisan ini kah?



Leave a Reply