ibu
mentari belum jua nampak dari jendela kamarku, tapi engkau telah ada di sana… di suatu sudut kamarku, syahdu menyenandungkan ayat-ayatNya, khusyu bermunajat padaNya.
kudengar bisikanmu yang lirih, engkau membisikkan namaku… engkau membisikkan namaku pada Allah yang kau cinta. sejauh itukah cintamu padaku, bu?
Ibu, engkaulah orang pertama yang ingin kuhapus tangisnya, orang pertama yang ingin kubuat senyum menghias bibir dan hatinya… engkaulah yang paling ingin kupeluk erat.







