pilihan
December 20th, 2008Di penghujung usia yang nyaris melemahkan ini, ternyata Ntan belum dapat berdiri atas hati Ntan. Lho, apa maksudnya Ntan? Yeah, hari ini, dengan alasan yang kurang syar’i… Ntan melepaskan da’wah untuk beberapa jam yang tersia. Menyenangkan memang berkumpul bersama teman-teman, sahabat-sahabat baik… tapi apa jadinya kalau kita turut melebur? Seharusnya Ntan bisa berteguh hati. Jadi inget kata-kata seorang sahabat, Kang Ragil namanya, jadilah seperti bintang, indah dipandang, serasa dekat untuk dapat dijangkau. Rendah, namun ia tetap ada pada ketinggiannya. Rendah, namun ia tidak melebur sampai ke tanah [maaf Kang, agak sedikit diubah katanya... peace!].
Itulah seharusnya kita, Kawan.
Tapi… kenapa juga Ntan meninggalkan da’wah beberapa jam ini? Sungguh Ntan tidak punya sebutir keberanian untuk… yah, setidaknya menunda ini sampai waktu untuk itu benar-benar ada, dan tepat [maaf, kata-katanya kurang efisien... ^-^]…
Seorang ukhti berkata beberapa jam lalu : “Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu, teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu… ” Allah, indah sekali nasihat sahabat ini. Kata-katanya mampu menghujam kefuturan yang terendap di hati Ntan sekarang ini…
Hidup ini pilihan, tergantung kita akan memilih yang mana.
Allah, jaga aku dan hatiku… dan tegarkan aku di jalan ini…








